Persaingan suporter paling brutal antar klub sepakbola di dunia

 on Thursday, January 15, 2015  


Suporter Sepakbola Fanatik 

Sepakbola sudah merasuk dalam kehidupan seorang penggemar fanatik sebuah klub. Sering terjadi gesekan, berupa perkelahian ataupun intimidasi jika tim kesebelasan antara seteru kedua suporter sebuah klub sepakbola. Apalagi jika terjadi pertandingan derby, di satu kota atau satu wilayah, kerap persaingan yang terjadi bahkan untuk hal-hal yang diluar sepakbola, seperti sosial dan politik. Timbul rasa kebencian, aroma permusuhan yang kuat ataupun tindak kekerasan antar suporter kedua kesebelasan dengan dalih membela supremasi kelompoknya. Dan persaingan suporter itu terjadi di klub sepakbola hampir di seluruh negara.

Dida, Kiper AC Milan terkena lemparan flare dari suporter Inter Milan
Dida, Kiper AC Milan terkena lemparan flare dari suporter Inter Milan

Berikut ini adalah sepuluh  persaingan paling brutal suporter klub sepakbola yang sudah terkenal di dunia


AC Milan Vs Inter Milan, Derby della Madonnina
Persaingan suporter kedua kesebelasan ternama di Italia, yang berada di kota yang sama dan klubnya bermarkas di stadion yang sama sudah terjadi lama. Warga kota Milan seolah terbelah dua ketika ada pertandingan Derby della Madonnina, persaingan terjadi karena sejarah dan perbedaan status ekonomi sosial antara suporter kedua kesebelasan. Kejadian paling terkenal adalah terjadi di babak perempat final Liga Champion, ketika kiper AC Milan, Dida terkena lemparan flare atau kembang api di kepalanya yang di lemparkan oleh suporter Inter, sontak insiden itu menjadi headline di media olahraga di seluruh dunia saat itu.

Ajax Vs Feyenord, De Klassieker
Pertarungan brutal antara suporter tim dari kota Amsterdan dan Roterdam sudah berlangsung lama, awalnya ditahun 1921. Suporter Ajax dan Feyenord kerap terlibat perkelahian, misalnya di tahun 1997 ada penggemar Ajax dipukuli sampai meninggal di pinggiran kota Amsterdam oleh pendukung Feyenord. Kemudian di tahun 2005 terjadi kerusuhan besar di luar stadion Feyenord, setelah sekelompok suporter Ajax, merusak kereta yang mengantar mereka ke stadion, dan mereka memaksa kereta menunggu sampai pertandingan antara Ajax dan Feyenord selesai.

Real Madrid Vs Barcelona, El Clasico
Aroma persaingan suporter disini tidak melulu untuk hal sepakbola, tetapi ada hal penting diluar itu. Sekelompok warga Catalonia yang notabene pendukung Barcelona, ingin memisahkan diri dari negara Spanyol. Sebuah faktor yang membentuk fanatisme suporter Barcelona, diluar persaingan memperebutkan siapa yang pantas menjadi raja di La Liga. Insiden terkenal terjadi ditahun 2002 ketika Luis Figo, mantan pemain Barcelona yang pindah ke klub seteru, Real Madrid ketika bertanding di stadion Nou Camp dilempar kepala babi, sebagai bentuk penghinaan kepada Figo oleh cules, pendukung Barca.

Cracovia Vs Wisla Krakow, The Holy War
Biarpun liga Polandia bukan termasuk liga elit Eropa, tetapi aroma perselisihan suporter klub Cracovia dan Wisla Krakow terbilang sengit. Pertandingan itu sendiri adalah pertandingan derby. Sampai sengitnya persaingan itu dinamakan the holly war atau perang suci, dimana istilah itu biasanya dipakai untuk pertarungan demi membela sebuah agama. Ditahun 2004-2006 delapan suporter meninggal akibat kerusuhan bola. Dan kerusuhan yang paling terkenal adalah di tahun ketika suporter Cracovia bentrok dengan aparat keamanan yang bergabung dengan suporter Wisla Krakow. Pertarungan habis-habisan antara suporter dan aparat keamanan di pusat kota Krakow. Kedutaan besar Rusia juga dirusak, tempat dimana aparat berlindung, sontak kejadian tersebut memunculkan reputasi menakutkan untuk derby ini di seluruh dunia.

Fenerbahce v Galatasaray, The Istanbul Derby
Bentrokan antara suporter di derby kota Instabul, Turki, ini sangat keras dan suasana panas mudah mencuat ketika Galatasary bertemu dengan Fenerbache. Rasa persaingan ini memang mewakili kondisi yang ada di wilayah tersebut, suporter Galatasary yang mayoritas dari kalangan berada melawan suporter Fenerbache yang rata-rata dari kalangan menengah bawah, kelas buruh. Perbedaan strata yang tentunya sensitif dan membuat sering terjadi bentrokan sengit. Para kelompok ultras kedua kesebalasan saling menunjukkan siapa yang pantas berkuasa di Instambul.

Flamengo Vs Flumenese, Fla-Flu
Ketika terjadi pertandingan derby yang diadakan di stadion terbesar di dunia, Maracana, antara Flamengo dan Flumenese sontak membetot perhatian publik Brasil. Persaingan kedua klub tersebut sudah terjadi sekitar seratus tahun yang lalu, sebuah derbi yang terkenal di wilayah Amerika Latin ini sering terjadi bentrokan di dalam dan diluar stadion. Apalagi jika jumlah tiket stadion Maracana yang totalnya 90 ribu ludes terjual, dipastikan suasana didalam stadion mencekam, karena keributan hamper dipastikan bakal terjadi antara dua pihak suporter.

Glasgow Rangers Vs Glasgow Celtic,  The Old Firm
Ketenangan Skolandia terusik ketika kedua klub besar Rangers dan Celtic bertemu. Suporter Glasgow Rangers yang identik dengan agama Kristen Protestan bertarung dengan suporter Glasgow Celtik yang mewakili kaum Katolik. Aroma permusuhan antar agama sontak mencuat ketika terjadi pertandingan besar ini di wilayah tersebut. Bisa di bayangkan jika soal agama turut mempengaruhi sebuah persaingan, aroma super panas tentunya yang akan muncul. Bentrokan antar suporter kerap terjadi karena isu sensitive ini.

River Plate Vs Boca Junior, Super Clasico
Derby ini termasuk yang paling terkenal di Amerika Latin di samping Fla-Flu, pertemuan klub River Plate dan Boca Junior merupakan pertemuan yang paling popular untuk warga Argentina, bahkan untuk Amerika Latin. Kedua klub raksasa ini didukung oleh suporter yang tidak kalah fanatiknya. Insiden paling besar ketika tahun 1968, 71 suporter meninggal dunia dan 150 suporter luka-luka pada bentrokan antara kedua kubu. Tidak heran jika kota Buenos Aires mencekam ketika itu.

As Roma Vs Lazio,  Derby Della Capitale
Permusuhan derby klub ibukota Italia itu sudah turun temurun antar generasi. Perselisihan suporter paling panas yang bisa menandingi panasnya derby Milan. Rasa kebencian dan permusuhan terbentuk sejak lama. Lazio mewakili kelas elit dan kaya, sedangkan AS Roma identik kelas pekerja Romawi. Di stadion para ultras kedua kubu dipisah suporter ultras Lazio menempati Curva Nord dan ultras AS Roma menempati Curva Sud. Pada tahun 2004/2005 terjadi kerusuhan sepakbola besar yang mengakibatkan 170 aparat keamanan luka parah, karena isu  ada polisi menabrak seorang suporter.

West Ham United Vs Millwall, East London Derby
Perselisihan kedua klub ini tidak di pengaruhi perbedaan kasta kompetisi kedua klub. West Ham yang bermain di Premier League dan Millwall yang bermain di bawahnya, Championship League. Suporter West Ham United yang paling garang, Inter City Firm berdiri paling depan untuk melawan suporter Millwall's Bushwackers, yang sama-sama merupakan SuperHooligan. Dan kedua kelompok suporter ini adalah yang paling ditakuti di tanah Inggris. Berbagai kebrutalan dan kebengisan kerap dilakukan kedua kelompok suporter ini, apalagi jika klub keduanya bertemu, bisa dibayangkan bagaimana panasnya aroma persaingan kedua kelompok suporter itu.
Persaingan suporter paling brutal antar klub sepakbola di dunia 4.5 5 Agung Wijanarko Thursday, January 15, 2015 Persaingan suporter paling brutal antar klub sepakbola di dunia. AC Milan Vs Inter Milan, Derby della Madonnina. Ajax Vs Feyenord, De Klassieker. Real Madrid Vs Barcelona, El Clasico. Cracovia Vs Wisla Krakow, The Holy War. Fenerbahce v Galatasaray, The Istanbul Derby. Flamengo Vs Flumenese, Fla-Flu. Glasgow Rangers Vs Glasgow Celtic, The Old Firm. River Plate Vs Boca Junior, Super Clasico. As Roma Vs Lazio, Derby Della Capitale. West Ham United Vs Millwall, East London Derby Suporter Sepakbola Fanatik  Sepakbola sudah merasuk dalam kehidupan seorang penggemar fanatik sebuah klub. Sering terjadi gesekan, ber...


No comments: